Tikus memang bukan hewan pengerat yang bersahabat karena banyak sekali mendatangkan kerugian bagi manusia. Namun tikus sawah merupakan satu jenis hama yang penting dan dibutuhkan di setiap tahunnya. Tapi tikus juga akan menjadi hama berbahaya yang perlu untuk dibasmi. Lalu bagaimana caranya agar populasi tikus tidak melampaui batas dan tidak akan mengancam kelangsungan proses pertanian di sawah? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga populasi tikus sawah.

Cara-cara tersebut mencakup ketepatan waktu, pengendalian dini dan juga terkoordinasi.
·     Menanam dan panen serempak di dalam satu bidang sawah. Perlu diusahakan untuk megatur selisih waktu tidak lebih dari 2 minggu. Ini penting untuk membatasi adanya padi generative dan kembang biak tikus sawah tidak terus menerus.

·     Perhatikan kebersihan sawah denganmembersihkan semak-semak dan juga gulma yang ada di pematang, saluran irigasi, taggul irigasi, jalan sawah, parit dan lain-lain. Ukuran pematang sebaiknya tidak lebih dari 30 cm agar tidak dijadikan sarang tikus.

·     Lakukan gerakan masal di mana seluruh petani ikut serta. Gunakan segala cara untuk mencari tikus sawah dan dan menyingkirkan tikus dengan menggali sarang dan lain sebbagainya.
·     Lakuakn fumigasi yang degan efektif akan membunuh tikus dewasa maupun tikus anakan di sarang. Tutup lubang sarang denagn lumpur setelah fumigasi agar tikus mati tanpa membongkar sarang. Ini harus dilakukan selama sarang tikus ditemukan terutama saat padi masih dalam stadium generatif.

·     Lakukan TBS atau trap barrier system yaitu menggunakan tanaman perangkap. TBS dengan ukuran 20×20 m dapat membantu melindungi padi dari tikus di tanah seluas 15 hektar.

·     Lakukan LBTS atau linier trap barrier system yang berupa pagar terpal/ plastik setinggi 60 cm didirikan dengan ajir bamabu dengan jarak sekitar 1 m. Lengkapi juga dengan perangkap di setiap 20 m dan gunakan pintu selang seling arah untuk masuk tikus. Pasang ini di dekat sarang tikus atau gunakan saat ada migrasi tikus sawah dan dipasang untuk pakling tidak 3 malam.

·     Manfaatkan pemangsa alami tikus sawah seperti ular, kucing, anjing, burung elang juga burung hantu. Ini adalah cara termudah agar populasi tikus sawah dapat dikendalikan. Maka dari itu, penting untuk tidak mengganggu pemangsa lami ini jika terlihat di sekitar sawah.

·     Jika populasi tikus sudah terlalu tinggi, gunakan rodentisida sesuai anjuran. Tempatkan umpan di tempat-tempat tikus sering terlihat atau tempatkan di habitat utama dari tikus.

·     Cara tradisional lainnya juga bisa digunakan seperti menggunakan bunyi-bunyian, perangkap, penggenangan sarang tikus, menjaring tikus dan masih banyak lagi. Waspadailah tikus yang masih hidup dan berkeliaran karena merekalah kunci dari meningkatnya populasi tikus sawah.

 

ALAT PENGUSIR TIKUS BERKUALITAS HARGA PAS

Dapatkan harga menarik (TERBATAS)  !!!!

 

EMAIL : sales@extroindonesia.com / sales1@extroindonesia.com

Fb : https://www.facebook.com/tissor extro

Twitter : https://www.twitter.com/extro_id

0219 741 8000 / 0857 7477 8000

0838 7447 8000

Untuk informasi selanjutnya klik di sini: